Ambiguitas Politik HAM Di Papua

Ringkasan
Dokumen ini merupakan sebuah buku laporan penelitian hak asasi manusia berformat e-book yang diterbitkan pada Maret 2017 dengan judul “Ambiguitas Politik HAM di Papua: Laporan Kondisi Hak Asasi Manusia di Papua Tahun 2016”. Laporan setebal vi + 87 halaman ini ditulis oleh Achmad Fanani Rosyidi, diedit oleh Sudarto, dengan penelaah ahli (proofreader) Bonar Tigor Naipospos, serta diterbitkan secara resmi oleh Pustaka Masyarakat Setara (SETARA Institute) sebagai bagian dari Seri Laporan Human Security.
Buku riset ini membedah secara kritis dan mendalam dinamika sosial-politik serta kondisi penegakan hak asasi manusia di wilayah Papua sepanjang tahun 2016. Judul “Ambiguitas Politik HAM” mencerminkan tesis utama laporan ini yang menyoroti adanya kontradiksi atau ketidakselarasan kebijakan pemerintah Indonesia: di satu sisi gencar mendorong pendekatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur fisik makro di Papua, namun di sisi lain masih melanggengkan pendekatan keamanan (security approach) yang restriktif. Laporan ini mendokumentasikan berbagai peristiwa pelanggaran hak sipil-politik di lapangan, pembatasan ruang berekspresi, serta menguji efektivitas penyelesaian kasus kekerasan demi mendorong paradigma human security (keamanan manusia) yang lebih inklusif dan bermartabat bagi masyarakat Papua.




