Studi Dampak Indeks Kota Toleran: Dari Pengukuran ke Perubahan Mengakselerasi Pembangunan Ekosistem Toleransi

Ringkasan
Buku ini merupakan hasil kerja SETARA Institute dalam melihat perkembangan dan dampak Indeks Kota Toleran (IKT) sebagai salah satu instrumen untuk mendorong penguatan ekosistem toleransi di Indonesia. Sejak pertama kali diterbitkan pada 2015, IKT disusun untuk mengukur kondisi dan implementasi pengelolaan toleransi di 94 kota di Indonesia, sekaligus mendorong pemerintah daerah membangun kebijakan dan tata kelola kota yang inklusif, harmonis, serta menghormati hak setiap warga negara. Inisiatif ini berangkat dari realitas bahwa toleransi merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, sementara intoleransi masih dapat terjadi baik pada tingkat negara maupun masyarakat.
Buku ini tidak hanya mendokumentasikan perjalanan IKT dan perkembangan respons pemerintah daerah terhadap hasil pemeringkatan, tetapi juga melihat perubahan yang muncul setelah IKT secara konsisten dilakukan setiap tahun. Pada masa awal pelaksanaannya, IKT menghadapi resistensi dari sejumlah pemerintah daerah, terutama kota-kota yang berada pada peringkat terbawah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, respons tersebut berkembang menjadi lebih terbuka. Sejumlah daerah bahkan secara proaktif menghubungi SETARA Institute untuk menyampaikan komitmen melakukan perbaikan. Perkembangan tersebut juga ditandai dengan lahirnya sedikitnya 65 kebijakan daerah yang secara spesifik bersifat promotif terhadap toleransi dan persatuan bangsa.
Melalui studi ini, SETARA Institute berupaya melihat sejauh mana IKT memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat dan penguatan ekosistem toleransi di tingkat kota. Kajian ini juga mendokumentasikan berbagai praktik baik dan cerita perubahan di sejumlah daerah sebagai bahan pembelajaran yang dapat direplikasi oleh kota lainnya. Dengan demikian, IKT tidak hanya ditempatkan sebagai instrumen pemeringkatan, tetapi sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan kebijakan, memperkuat komitmen pemerintah daerah, dan memperluas inklusi sosial dalam tata kelola perkotaan.
Studi tentang dampak IKT ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah daerah, kementerian/lembaga, masyarakat sipil, akademisi, pegiat toleransi, media, maupun publik secara luas dalam memahami perkembangan dan praktik baik penguatan toleransi di Indonesia. Dokumentasi ini sekaligus menjadi upaya untuk mengamplifikasi berbagai inisiatif progresif pemerintah kota dan masyarakat dalam membangun ruang kehidupan yang setara, plural, dan bermartabat.




