Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility Setara Institute: Putusan Negatif MK jadi Panggung Setya Novanto - Setara
Cari Publikasi Media yang Kamu Butuhkan

Setara Institute: Putusan Negatif MK jadi Panggung Setya Novanto

Tanggal RilisAgustus 21, 2017KategoriBerita & LiputanBagikan

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Riset Setara Institute, Ismail Hasani menduga bahwa Mahkamah Konstitusi atau MK digunakan sebagai kendaraan bagi Setya Novanto dalam beberapa putusan perkara. Hal ini muncul dalam konferensi pers yang dilakukan oleh SETARA Institute terkait hasil riset atas kinerja MK selama tahun 2016-2017.

“Putusan negatif MK, misalnya, (diduga) jadi panggungnya Setya Novanto dalam konteks persoalan hukum dan etika yang sempat melilitnya,” kata Hasani di Kantor Setara Institute, pada Ahad, 20 Agustus 2017.

Setya Novanto, Ketua DPR RI sejak beberapa tahun terakhir telah terjerat kasus etika dan dugaan memperdagangkan pengaruh. Selain itu, hingga saat ini ia masih berstatus tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Kasus tersebut berhubungan dengan putusan MK soal bukti rekaman yang dibawa oleh Sudirman Said dalam kasus papa minta saham. Lewat putusan MK, bukti rekaman yang dibawa Sudirman Said dinilai ilegal dan tak bisa digunakan sebagai bukti yang sah.

Menurut Hasani, seharusnya rekaman tersebut bisa digunakan dan sah sebagai bukti dalam persidangan. Hal ini karena bukti rekaman diperoleh dengan tidak melawan hukum.

“Padahal bukti rekaman yang didapat itu adalah bukti yang diperoleh bukan oleh penegak hukum. Jadi ibaratnya, kalau misal saya lagi berurusan dengan orang lalu saya merekam atau apa sebenarnya, itu bisa menjadi bukti dan bukti itu sah. Karena bukti itu saya yang memperoleh sebagai warna negara dan individu yang sedang berurusan dengan hukum,” kata Hasani.

Dalam kasus tersebut, putusan soal bukti rekaman, menurut Hasani, menunjukkan kualitas putusan-putusan MK. Ia menilai, kasus tersebut sebagai contoh buruk kinerja MK dan hal itu dinilai negatif, berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Setara Institute.

Setiap tahun, sejak 10 tahun terakhir Setara Institute selalu melakukan riset tentang kinerja MK. Tahun ini, lembaga ini melakukan riset yang didasarkan atas putusan-putusan MK sejumlah 121 putusan. Penelitian juga menguji 258 pasal dalam 62 undang-undang yang berbeda.

DIAS PRASONGKO
Sumber: Tempo.co

Media Terkait

Jelajahi Media

Selengkapnya

Penyelidik dan Penyidik Polri Seharusnya Polisi Yudisial

Berita & Liputan
Desember 16, 2025
Reformasi Sektor Keamanan

Presiden Prabowo Subianto telah merespons usulan masyarakat tentang kepolisian. Usulan ini mengemuka dalam aksi demonstrasi...

Lihat Detail

Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) 2024

Berita & Liputan
Juni 1, 2025
Kebebasan Beragama/Berkeyakinan

Pada tahun 2024, SETARA Institute kembali merilis laporan tahunan mengenai situasi kebebasan beragama dan berkeyakinan...

Lihat Detail

Sudahkah Negara Adil Terhadap Perempuan?

Berita & Liputan
Maret 4, 2025
Hukum dan Konstitusi

Dominasi patriarki yang telah tertanam kuat masih menjadi persoalan dalam mengakselerasi kesetaraan gender. Dalam kondisi...

Lihat Detail

Setara Institute: Putusan Negatif MK jadi Panggung Setya Novanto