Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility Setara Institute: Ada 114 Perusakan Masjid Ahmadiyah sejak 2007 - Setara
Cari Publikasi Media yang Kamu Butuhkan

Setara Institute: Ada 114 Perusakan Masjid Ahmadiyah sejak 2007

Tanggal RilisMei 25, 2016KategoriBerita & LiputanBagikan

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, perusakan Masjid Ahmadiyah di Kelurahan Purworejo, Kecamatan Ringin Arum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (23/5/2016) dini hari, oleh sekelompok orang tidak dikenal adalah peristiwa ke-114 yang dialami jemaah Ahmadiyah.

“Perusakan ini adalah yang ke-114. Sejak 2007-2015, Setara Institute mencatat 113 masjid Ahmadiyah dirusak oleh warga dengan dukungan aparat pemerintah setempat,” ujar Hendardi, saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/5/2016).

(Baca: Masjid Ahmadiyah di Kendal Dirusak Massa Tak Dikenal)

Sepanjang 2015, Setara Institute mencatat ada 197 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan dengan 236 bentuk tindakan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2014, peristiwa pelanggaran yang terjadi 134 peristiwa, sedangkan tindakan pelanggaran ada 177.

(Baca: Perusakan Masjid Ahmadiyah di Kendal Dikecam)

Hendardi menyebutkan, ada 17 institusi negara yang berkontribusi melakukan tindakan pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan pada tahun 2015.

Tiga besar institusi negara yang menjadi pelanggar kebebasan beragama atau berkeyakinan ialah pemerintah kabupaten/kota (31 tindakan), kepolisian (16 tindakan), dan Satpol PP (15 tindakan).

Dari sisi korban, pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan pada tahun 2015 menimpa beragam kelompok korban.

Melihat buruknya kondisi kebebasan berkeyakinan dan beragama di Indonesia, Hendardi meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk segera bertindak.

Mendagri, kata dia, harus memastikan pengikut Ahmadiyah di Kelurahan Purworejo memperoleh hak-haknya.

“Setara Institute kembali mengingatkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk bertindak,” ujar Hendardi.

Penulis : Kristian Erdianto
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sumber : Kompas.com

Media Terkait

Jelajahi Media

Selengkapnya

Penyelidik dan Penyidik Polri Seharusnya Polisi Yudisial

Berita & Liputan
Desember 16, 2025
Reformasi Sektor Keamanan

Presiden Prabowo Subianto telah merespons usulan masyarakat tentang kepolisian. Usulan ini mengemuka dalam aksi demonstrasi...

Lihat Detail

Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) 2024

Berita & Liputan
Juni 1, 2025
Kebebasan Beragama/Berkeyakinan

Pada tahun 2024, SETARA Institute kembali merilis laporan tahunan mengenai situasi kebebasan beragama dan berkeyakinan...

Lihat Detail

Sudahkah Negara Adil Terhadap Perempuan?

Berita & Liputan
Maret 4, 2025
Hukum dan Konstitusi

Dominasi patriarki yang telah tertanam kuat masih menjadi persoalan dalam mengakselerasi kesetaraan gender. Dalam kondisi...

Lihat Detail

Setara Institute: Ada 114 Perusakan Masjid Ahmadiyah sejak 2007