Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility Promosi Hak Asasi Manusia Jokowi Mengecewakan: Survei - Setara
Cari Publikasi Media yang Kamu Butuhkan

Promosi Hak Asasi Manusia Jokowi Mengecewakan: Survei

Tanggal RilisDesember 10, 2015KategoriBerita & LiputanBagikan

Pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah gagal memenuhi janji kampanyenya mengenai perlindungan hak asasi manusia di tahun pertamanya, demikian ungkap sebuah studi.

Setara Institute for Democracy and Peace mencatat sedikit penurunan sebesar 0,04 poin dari tahun 2014 ke 2015 pada indeks pencapaian pemajuan hak asasi manusia, yang dinilai dari 0 hingga 7, dengan 7 sebagai skor terbaik.

“Hasil ini tidak mengejutkan karena isu hak asasi manusia terbukti bukan menjadi prioritas dalam pemerintahan Jokowi-JK,” kata Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos, merujuk pada Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut Bonar, janji yang dibuat selama kampanye pemilu tidak tercermin dalam sejumlah dokumen pemerintah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

Studi yang dilakukan dari 5 November hingga 5 Desember tersebut, melibatkan 215 responden di 19 provinsi.

Direktur Riset Setara, Ismail Hasani mengatakan bahwa responden, yang terdiri dari pakar dan aktivis hak asasi manusia, kecewa karena perlindungan hak asasi manusia tidak diuraikan dalam prinsip-prinsip pembangunan Nawa Cita (sembilan agenda) Jokowi dan atas kegagalan membentuk komisi khusus tentang pelanggaran hak asasi manusia masa lalu yang awalnya diusulkan.

Sebaliknya, Bonar menjelaskan, pemerintah bersikap tidak konsisten dalam masalah ini dan mengabaikan upaya untuk mengungkap kebenaran terkait masalah ini, seperti dengan membatasi diskusi tentang pembersihan komunis tahun 1965 dan mempertanyakan setiap langkah publik yang menuntut pengungkapan penuh.

Isu hak asasi manusia yang dinilai dalam survei termasuk hukuman mati, dengan skor negara ini mengalami penurunan terbesar pada tahun lalu dari yang tercatat 2,18 pada tahun 2014 menjadi 1,99 pada tahun 2015.

Ismail mengatakan eksekusi terpidana mati kasus narkoba warga negara asing awal tahun ini berdampak negatif pada hubungan diplomatik di bidang hak asasi manusia di ranah internasional dan karena itu memengaruhi perlindungan warga negara Indonesia yang berada di deretan terpidana mati di luar negeri, jelasnya.

Namun, lanjut Ismail, ada juga beberapa peningkatan, seperti kenaikan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya yang naik dari 2,99 menjadi 3,22 pada tahun lalu. Ismail mengatakan studi tersebut menunjukkan bahwa Jokowi terlalu condong pada pembangunan infrastruktur sementara mengabaikan masalah hak asasi manusia.

Sekretaris Komite Nasional Setara, Romo Benny Susetyo mendesak pendekatan yang seimbang dari pemerintah, seraya menambahkan bahwa menegakkan nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ada kebutuhan untuk memutuskan hubungan dengan masa lalu, kata Benny, seraya menambahkan bahwa pemerintah perlu mengakui kegagalan masa lalu. Ia juga mengatakan Presiden tidak boleh takut untuk mengabaikan politisi di lingkarannya yang memiliki konflik kepentingan demi mengalami pertumbuhan nyata dalam promosi dan perlindungan hak asasi manusia. (bbn)

No.Indikator20142015
1Penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu1.511.72
2Kebebasan berekspresi dan berserikat2.242.18
3Kebebasan beragama dan berkeyakinan2.242.57
4Keamanan dan perlindungan warga negara2.822.47
5Penghapusan hukuman mati2.181.99
6Penghapusan diskriminasi2.872.86
7Hak ekonomi, sosial, dan budaya2.993.22
8Kinerja RANHAM dan institusi HAM3.092.59

Sumber : Thejakartapost.com

Media Terkait

Jelajahi Media

Selengkapnya

Penyelidik dan Penyidik Polri Seharusnya Polisi Yudisial

Berita & Liputan
Desember 16, 2025
Reformasi Sektor Keamanan

Presiden Prabowo Subianto telah merespons usulan masyarakat tentang kepolisian. Usulan ini mengemuka dalam aksi demonstrasi...

Lihat Detail

Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) 2024

Berita & Liputan
Juni 1, 2025
Kebebasan Beragama/Berkeyakinan

Pada tahun 2024, SETARA Institute kembali merilis laporan tahunan mengenai situasi kebebasan beragama dan berkeyakinan...

Lihat Detail

Sudahkah Negara Adil Terhadap Perempuan?

Berita & Liputan
Maret 4, 2025
Hukum dan Konstitusi

Dominasi patriarki yang telah tertanam kuat masih menjadi persoalan dalam mengakselerasi kesetaraan gender. Dalam kondisi...

Lihat Detail

Promosi Hak Asasi Manusia Jokowi Mengecewakan: Survei