Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility Pola Rekrut Hakim MK Dinilai Keliru - Setara
Cari Publikasi Media yang Kamu Butuhkan

Pola Rekrut Hakim MK Dinilai Keliru

Tanggal RilisNovember 11, 2013KategoriBerita & LiputanBagikan

Pola penjaringan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dari tiga institusi–DPR, Presiden, dan Mahkamah Agung–dianggap keliru. Alhasil, MK tak ubahnya sebagai badan politik, bukan lembaga yudisial.

“Dampaknya, apa yang selama ini tak pernah diduga terbukti. Saat Akil Mocthar ditangkap, kepatuhan Akil bukan sebagai Hakim konstitusi. Tapi kepatuhan kepada pihak lain,” kata Peneliti Setara Institute Ismail Hasani saat menyiarkan hasil survei lembaganya terkait MK di Jakarta Senin (11/11).

Menurut Ismail, penilaian itu tergambar dari hasil sigi Setara. Berdasar survei, 61,5 persen responden meyakini selama ini sumber dan jalur rekrutmen hakim MK tak benar.

MK sebelumnya diketahui sebagai lembaga yang sepi dari kritik. Tapi, itu berbalik 360 derajat ketika KPK menangkap Ketua MK Akil Mochtar atas dugaan suap. “Kepercayaan publik terhadap hakim MK terjun bebas,” terang Ismail.

Editor: Ichoel

Media Terkait

Jelajahi Media

Selengkapnya

Penyelidik dan Penyidik Polri Seharusnya Polisi Yudisial

Berita & Liputan
Desember 16, 2025
Reformasi Sektor Keamanan

Presiden Prabowo Subianto telah merespons usulan masyarakat tentang kepolisian. Usulan ini mengemuka dalam aksi demonstrasi...

Lihat Detail

Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) 2024

Berita & Liputan
Juni 1, 2025
Kebebasan Beragama/Berkeyakinan

Pada tahun 2024, SETARA Institute kembali merilis laporan tahunan mengenai situasi kebebasan beragama dan berkeyakinan...

Lihat Detail

Sudahkah Negara Adil Terhadap Perempuan?

Berita & Liputan
Maret 4, 2025
Hukum dan Konstitusi

Dominasi patriarki yang telah tertanam kuat masih menjadi persoalan dalam mengakselerasi kesetaraan gender. Dalam kondisi...

Lihat Detail

Pola Rekrut Hakim MK Dinilai Keliru