Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility Jakarta Puncaki Daftar Kota Paling Intoleran di Indonesia - Setara
Cari Publikasi Media yang Kamu Butuhkan

Jakarta Puncaki Daftar Kota Paling Intoleran di Indonesia

Tanggal RilisNovember 16, 2017KategoriBerita & LiputanBagikan

Jakarta – DKI Jakarta didapuk sebagai kota paling intoleran dari 94 kota di Tanah Air berdasarkan kajian dari Setara Institute bekerja sama dengan Unit Kerja Presiden Pembinanaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Berdasarkan kajian yang menilai enam parameter, yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kebijakan diskriminatif, tindakan nyata pemerintah kota, pernyataan pemerintah kota, peristiwa pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan, dan demografi penduduk berdasarkan agama tahun 2010, DKI Jakarta berada diposisi paling buncit dengan skor 2,30 dari angka tertinggi 7.

Peneliti Setara Institute, Halili, mengungkapkan, DKI Jakarta mendapatkan skor toleransi terendah karena sepanjang November 2016 sampai Oktober 2017 setidaknya ada 14 peristiwa yang berhubungan dengan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Ibu Kota.

Ia mencontohkan, sejumlah peristiwa yang memperlihatkan sikap intoleran, yakni pelarangan shalat jenazah bagi pendukung calon gubernur tertentu atau sejumlah kasus persekusi yang lainnya. Kemudian, semakin menempatkan DKI diposisi buncit dalam Indeks Kota Toleran (IKT) karena pemerintah provinsi (pemprov) tidak merespon atau menindak tegas aksi intoleran tersebut, dalam bentuk regulasi atau penindakan.

“DKI turun dari peringkat 65 dalam IKT tahun 2015, menjadi peringkat 94 atau skor terendah pada IKT tahun 2017. Hal itu disebabkan penguatan intoleransi dan politisasi identitas keagamaan jelang, saat, dan setelah pilkada 2017,” kata Halili dalam peluncuran IKT 2017 di Jakarta, Kamis (16/11).

Namun, Halili menegaskan, bukan berarti cap kota intoleran membuat penduduk Jakarta juga dicap menjadi penduduk intoleran. Sebab, menurutnya, yang bermasalah adalah relasi sosial yang buruk terbukti dengan banyaknya peristiwa intoleran. Untuk itu, kata Halili, memperbaiki relasi sosial dan masalah toleransi menjadi pekerjaan rumah dari Pemprov baru yang harus diselesaikan.

“Ini menjadi tantangan sangat besar untuk gubernur yang baru, yaitu merespon atas situasi regulasi sosial yang buruk ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan kajian yang dilakukan Setara Institute bekerjasama dengan UKP-PIP atas 94 kota, 10 kota mendapatkan skor toleransi terendah, yaitu DKI Jakarta dengan skor 2,30, Banda Aceh 2,90, Bogor 3,05, Cilegon 3,20, Depok 3,30, Yogyakarta 3,40, Banjarmasin 3,55, Makassar 3,65, Padang 3,75, dan Mataram 3,78.

Novi Setuningsih
Sumber: beritasatu.com

Media Terkait

Jelajahi Media

Selengkapnya

Penyelidik dan Penyidik Polri Seharusnya Polisi Yudisial

Berita & Liputan
Desember 16, 2025
Reformasi Sektor Keamanan

Presiden Prabowo Subianto telah merespons usulan masyarakat tentang kepolisian. Usulan ini mengemuka dalam aksi demonstrasi...

Lihat Detail

Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) 2024

Berita & Liputan
Juni 1, 2025
Kebebasan Beragama/Berkeyakinan

Pada tahun 2024, SETARA Institute kembali merilis laporan tahunan mengenai situasi kebebasan beragama dan berkeyakinan...

Lihat Detail

Sudahkah Negara Adil Terhadap Perempuan?

Berita & Liputan
Maret 4, 2025
Hukum dan Konstitusi

Dominasi patriarki yang telah tertanam kuat masih menjadi persoalan dalam mengakselerasi kesetaraan gender. Dalam kondisi...

Lihat Detail

Jakarta Puncaki Daftar Kota Paling Intoleran di Indonesia