
Ringkasan
Dokumen ini adalah Laporan Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan di Indonesia Tahun 2010 yang diterbitkan oleh SETARA Institute dengan judul utama “Negara Menyangkal”. Laporan tahunan keempat ini secara kritis menyoroti bagaimana negara, melalui pejabat pemerintahannya seperti Menteri Agama dan Presiden, cenderung menyangkal fakta terjadinya konflik bernuansa agama serta pelanggaran kebebasan fundamental warga negaranya.
Beberapa temuan utama yang disajikan dalam dokumen ini meliputi:
- Sepanjang tahun 2010, tercatat 216 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan dengan 286 bentuk tindakan pelanggaran yang tersebar di 20 provinsi.
- Lima provinsi dengan tingkat pelanggaran tertinggi adalah Jawa Barat (91 peristiwa), Jawa Timur (28 peristiwa), DKI Jakarta (16 peristiwa), Sumatera Utara (15 peristiwa), dan Jawa Tengah (10 peristiwa).
- Korban pelanggaran terbanyak adalah Jemaat Kristiani (75 peristiwa) dan kelompok Ahmadiyah (50 peristiwa), yang didominasi oleh isu pelarangan/pendirian rumah ibadah dan penyesatan aliran.
- Aktor negara terlibat dalam 103 tindakan (79 tindakan aktif dan 24 tindakan pembiaran), dengan institusi kepolisian, Bupati/Walikota, dan Camat tercatat sebagai pelaku terbanyak.
- Aktor non-negara (warga atau kelompok masyarakat) melakukan 183 tindakan pelanggaran, baik berupa tindak pidana, intoleransi, maupun condoning (pernyataan tokoh publik yang memicu kekerasan).
Daftar Isi
1. Pendahuluan
2. Potret Pelanggaran 2010
3. Kesimpulan & Rekomendasi




