Rule of Law

PILKADA LANGSUNG DEMOKRASI, KORUPSI DAN STABILITAS KEAMANAN

Prakata

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menganugerahkan segala karunia dan rahmat sehingga pelaksanaan penelitian “Pilkada Langsung: Demokrasi, Korupsi, Dan Stabilitas Keamanan” dapat dituntaskan secara optimal. Demikian pula dengan penulisan laporannya. Kami tahu ada beberapa kendala teknis dalam pelaksanaannya, terutama berkaitan dengan waktu, namun pada akhirnya semua proses dapat berlangsung lancar atas rahmat dan berkah-Nya.

Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara SETARA Institute for Democracy and Peace dengan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK)-Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Kepolisian Republik Indonesia. Penelitian ini sejak awal diinisiasi untuk melakukan evaluasi komprehensif atas pelaksanaan Pilkada, terutama dengan menggunakan tiga optik.

Pertama, bagaimana sesungguhnya telaah Pilkada langsung menurut sudut pandang demokrasi? Apakah Pilkada langsung merupakan pilihan sistem pemilihan di tingkat lokal yang terbaik dalam kacamata demokrasi? Bagaimana dengan opsi lain selain mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung?

Kedua, bagaimana keterkaitan antara Pilkada langsung dengan maraknya korupsi dalam pemerintahan daerah, khususnya yang dilakukan oleh kepala daerah hasil Pilkada langsung? Apakah Pilkada langsung memberikan daya dorong terbesar bagi menjamurnya praktik korupsi oleh penyelenggara pemerintahan di daerah? Apa saja faktorfaktor pendukung lainnya?

Ketiga, bagaimana relasi Pilkada langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat? Apakah Pilkada memicu terjadinya gangguan atas stabilitas kamtibmas di tingkat daerah? Adakah keterkaitan langsung antara pilihan atas Pilkada langsung dengan tingkat kerawanan di tingkat daerah?

Penelitian ini memiliki signifikasi dalam melakukan evaluasi komprehensif atas pelaksanaan Pilkada langsung sebagai sistem elektoral di tingkat lokal yang dipilih sebagai ikhtiar politik dalam tata kelola otonomi daerah dan desain desentralisasi kita. Pilkada sebagai mekanisme pemilihan pejabat politik tertinggi dalam pemerintahan daerah sangat menentukan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pemerintahan di tingkat lokal. Sementara efektivitas pemerintahan di tingkat lokal mempengaruhi secara keseluruhan perwujudan kesejahteraan dan keadilan sosial yang ingin ditunaikan oleh negara melalui pilihan sistem politik demokratis.

Di sisi lain, penelitian dengan tiga optik yang telah dikemukakan di muka akan memberikan potret yang cukup menyeluruh mengenai persoalan-persoalan fundamental dalam penyelenggaraan Pilkada dan praktik-praktik baik pencarian solusi dalam menangani masalah tersebut. Potret yang dihasilkan dalam penelitian ini akan memberikan input bagi institusi-institusi pemerintahan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan Pilkada secara langsung. Dalam konteks ini, Kepolisian RI berkepentingan secara langsung untuk memastikan bahwa di level teknis pelaksanaan Pilkada langsung tidak menjadi daya dorong bagi terciptanya gangguan stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, penelitian ini akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di bidang politik dan ketatanegaraan. Harus diakui, bahwa kajian Pemilu merupakan area riset yang populer dan mengundang antusiasme penelitian dalam kuantitas yang cukup besar. Penelitian ini akan memberikan sumbangan bagi penguatan ‘pohon keilmuan’ (state of the art) studi Pemilu, Politik Pemerintahan, dan Hukum Tata Negara.

Atas paripurnanya penelitian ini, saya secara pribadi dan kelembagaan SETARA Institute ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada beberapa pihak berikut.

  1. Para peneliti SETARA Institute dalam program penelitian ini. Dalam waktu yang terbatas para peneliti telah melakukan kerja keras dan kerja cerdas yang luar biasa. Salut.
  2. Kapolri dan PTIK-STIK Polri atas kerjasama dan dukungannya sehingga kerjasama dan dukungan tersebut telah membuat pelaksanaan penelitian ini menjadi lebih mudah.
  3. Para informan di 16 daerah yang telah menunjukkan komitmen yang luar biasa untuk memberikan informasi yang sebanyakbanyaknya untuk kepentingan penelitian ini.
  4. Para pihak yang tidak mungkin disebutkan satu per satu. Yang jelas, karya sederhana ini merupakan prasasti nyata kontribusi dan kolaborasi banyak pihak.

Semoga hasil penelitian yang kini ada di tangan pembaca ini memberikan insight baru yang berkontribusi pada konsolidasi demokrasi di Indonesia, khususnya di tingkat lokal.

Jakarta, 31 Januari 2019
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute,

Hendardi