Laporan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan di Indonesia Tahun 2018

MELAWAN INTOLERANSI DI TAHUN POLITIK

Pengantar

Segala puja dan puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah mencurahkan seluruh nikmat dan anugerah sehingga kami dapat menyelesaikan penelitian dengan judul “Melawan Intoleransi di Tahun Politik”. Demikian halnya dengan penulisan laporan dan penerbitan laporannya. Dengan rahmat dan berkah-NYA, seluruh proses berlangsung dengan lancar.

Pembaca yang budiman …

Berbagai bentuk perbuatan dan sikap intoleransi tidak boleh dibiarkan berkembang di negara yang memiliki keberagaman latar belakang masyarakatnya yang sangat tinggi dan kaya, seperti di Indonesia. Baik itu keberagaman dari segi latar belakang asal, Bahasa, suku, ras maupun identitas keagamaan. Sebab, tidak hanya berakibat buruk pada hubungan antarsesama, namun intoleransi yang dibiarkan juga dapat bertransformasi kepada pemikiran ekstrem yang berpotensi termanifestasi ke dalam tindakan yang ekstrem pula. atau lebih dikenal sebagai radikalisme. Tidak hanya bertentangan dengan dasar negara Indonesia, Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945, radikalisme juga menciderai hak asasi manusia khususnya dalam jaminan perlindungan kebebasan beragama oleh negara.

Persebaran intoleransi dan keterlibatan dalam berbagai bentuk aksi radikalisme bisa melibatkan berbagai orang dari berbagai golongan. Tidak peduli latar belakang status, ekonomi, maupun asal. Berdasarkan pemantauan media yang dilakukan oleh SETARA Institute, banyak ditemukan kasus dimana Aparatur Sipil Negara secara langsung maupun tidak langsung terlibat di dalam praktik radikalisme. ASN yang seyogianya mengemban tugas, fungsi, dan perannya sebagai pemersatu bangsa dan promotor toleransi keberagaman di Indonesia justru menciderai asas-asas itu sendiri dan tidak patuh pada empat pilar kebangsaan.

Oleh karena itu, melalui serangkaian penelitian yang telah dilakukan oleh SETARA Institute, penting untuk terus mengingatkan publik mengenai kebebasan beragama/berkeyakinan sebagai hak konstitusional yang harus dijamin oleh negara dan dihormati oleh siapapun. Demikian halnya dengan pemajuan toleransi harus terus diarusutamakan sebagai sikap dasar penghormatan terhadap KBB.

Para pembaca yang baik …

Inisiatif riset yang diambil oleh SETARA Institute untuk senantiasa melaporkan KBB ingin menjawab tuntutan akan kebutuhan agar jaminan KBB menjadi variabel kunci dalam pembumian Pancasila dan mengaktualisasikan sesanti negara, Bhinneka 0unggal Ika. Hasil riset ini dapat menjadi base line data yang bermanfaat, tidak hanya untuk SETARA Institute dalam melakukan tindak lanjut berupa policy advocacy, namun juga penting bagi aparatatur negara khususnya kelembagaan level ministerial untuk membangun mekanisme institusional, prosedural, dan instrumental dalam merespons situasi aktual yang melanggar atau merestriksi KBB sebagai hak. Selain itu penelitian ini juga penting untuk seluruh aktivis masyarakat sipil dalam melakukan intervensi programatik dalam memitigasi, mencegah, dan melawan penyebaran radikalisme di lingkungan institusi pemerintahan.

Atas tuntasnya penelitian ini, saya secara pribadi dan kelembagaan SETARA Institute ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada beberapa pihak berikut.

  1. Para peneliti SETARA Institute dalam program penelitian ini yang telah mengontribusikan kerja keras dan kerja cerdas. Dengan kerumitan prosedural yang dihadapi, mereka telah berusaha untuk melaksanakan prosedur metodologis secara ketat.
  2. Teman-teman aktivis dan organisasi masyarakat sipil atas interaksi dan masukannya yang sangat berharga untuk mendekati isu sensitif dalam penelitian ini secara lebih strategis dan presisi.
  3. Para pihak yang tidak mungkin disebutkan satu per satu. Yang jelas, mereka tahu bahwa penelitian ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa kontribusi peran dan bantuan mereka.
  4. Semoga hasil penelitian yang kini ada di tangan pembaca ini memberikan insight baru yang berkontribusi bagi revisi legal framework, prosedur penegakan, dan pada akhirnya peningkatan kapasitas para auditor dan aparat pengawas dalam mencegah dan melawan radikalisme di lingkungan institusi pemerintahan.

Jakarta, 28 September 2019
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute,

Hendardi