Dari Radikalisme Manuju Terorisme

Asumsi dasar studi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah intoleransi adalah titik awal dari terorisme; dan terorisme adalah puncak dari intoleransi. Untuk membuktikan asumsi ini SETARA Institute mendeteksi dinamika mutakhir organisasi-organisasi Islam radikal di Jawa Tengah dan Yogyakarta; mendeteksi relasi dan transformasi organisasi Islam radikal menuju terorisme; mengukur persepsi publik; dan memetakan praktik deradikalisasi dan arah deradikalisasi yang harus Dari Radikalisme Menuju Terorisme-Setara Institutedikembangkan dalam rangka menekan laju radikalisme dan transformasinya menuju terorisme.

Selain memaparkan genealogi radikalisme di Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagaimana terpapar dalam bab II buku ini, buku ini juga secara khusus memotret dinamika mutakhir organisasi Islam dan Islam di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada bab III buku ini mengulas tiga organisasi Islam radikal yang masih beroperasi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang baik langsung maupun tidak langsung memiliki persinggungan dengan kelompok organisasi radikal jihadis yang diidentifikasi sebagai kelompok yang membenarkan aksi-aksi teror. Kelompok-kelompok tersebut adalah Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), dan Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM)/ Laskar Jundullah.

Relasi organisasi-organisasi radikal dengan organisasi yang masuk dalam kategori jihadis terlihat dari beberapa indikasi: kesamaan agenda dan perjuangan, meski berbeda metode; mentoring kader dan sumber-sumber rekruitmen kader termasuk

pelibatan ustadz-ustadz yang diidentifikasi sebagai tokoh Jamaah Islamiyah (JI) dan tokoh Jamaah Anshoru Tauhid (JAT) dalam berbagai aktifitas; persinggungan individu-individu, yang disatu sisi merupakan tokoh organisasi Islam radikal tapi juga bersinggungan dengan tokoh-tokoh JI atau JAT. Relasi lain yang lebih soft adalah dalam bentuk simpati atau afirmasi atas tindakan-tindakan yang dilakukan kelompok jihadis.