Setara Institute Lemparkan Gagasan ‘Rumah Pancasila’

Setara Institute Lemparkan Gagasan ‘Rumah Pancasila’

Dalam pertemuan dengan Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto dan Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin, di Ruang Rapat Pimpinan MPR RI, Selasa (17/9), Setara Institute menyampaikan dua gagasan terkait pelaksanaan konstitusi negara salah satunya adalah Rumah Pancasila.

Menurut salah seorang peneliti Setara, Ismail Hasani, latar belakang keluarnya gagasan dibentuknya atau dimunculkannya sebuah “Rumah Pancasila” adalah karena apresiasi Setara dengan gerakan Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa yang gencar dilaksanakan MPR RI.

Setara, sangat mengapresiasi Sosialisasi 4 pilar berbangsa yang di gencarkan MPR RI tersebut. Tapi, pertanyaannya apakah 4 Pilar itu hidup dalam imajinasi kebudayaan masyarakat Indonesia. Ini yang perlu dilakukan cek dan ricek. Karena sebagai pandangan hidup, Pancasila harus hidup dalam pandangan imajinasi kebudayaan masyarakat. Tidak hanya jadi jargon. Dia harus bisa menjadi pembela masyarakat.

“Rumah Pancasila ini, adalah wadah berkumpulnya masyarakat tingkat akar rumput yang akan membicarakan tentang Pancasila. Sebab, Pancasila tidak melulu harus diperbincangkan elit negara, tapi juga harus diperbincangkan secara faktual oleh masyarakat luas. Rumah Pancasila ini diharapkan akan mengakomodir itu semua,” ujarnya.

Selain Rumah Pancasila, Setara juga mengungkapkan bahwa Setara sedang melakukan riset khusus terkait perjalanan pelaksanaan konstitusi yakni memotret 10 tahun kinerja Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Fokus riset ini adalah, mempertanyakan bagaimana atau sejauh mana MK menjalankan kewenangannya dalam memajukan dan melindungi hak-hak konstitusional warga negara melalui pengujian konstitusi analitas UU.

Dari riset ini, menurut Ketua Delegasi Setara Institute Hendardi, setidaknya secara akademik akan diketahui bagaimana evaluasi kemajuan perlindungan hak-hak konstitusional warga di dalam 10 tahun terakhir.

Dalam pandangan Setara, riset ini, merupakan suatu kebutuhan akademik dan juga kebutuhan politik suatu bangsa, untuk memastikan bagaimana salah satu elemen konstitusionalisme yang dituangkan oleh MPR RI melalui proses amandemen UUD 1945 ini dapat dihormati, dilindungi dan dipenuhi negara. Secara akademik, kajian semacam ini diharapkan memberikan konstribusi pengetahuan khususnya di bidang ketatanegaraan dan penguatan MK itu sendiri.

Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto memberikan apresiasinya kepada elemen masyarakat seperti Setara yang sangat peduli dan concern akan 4 Pilar Berbangsa.

“Gagasan Rumah Pancasila itu saya suka itu. Memang harus demikian, tujuan Sosialisasi 4 Pilar adalah untuk semua lapisan masyarakat di seluruh Indonesia,” tandasnya./dry

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*