Saat Ini Institusi Negara Cukup Responsif Terhadap Permasalahan Yang Terjadi
SETARA Institute memaparkan laporan kondisi kebebasan beragama/berkeyakinan selama tahun 2017 saat konferensi pers di Jakarta, Senin (15/1/2018). (Foto: SETARA Institute)

Saat Ini Institusi Negara Cukup Responsif Terhadap Permasalahan Yang Terjadi

RadarKotaNews – Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos mengatakan bahwa kita patut bergembira karna secara statistik pelanggaran Kebebasan Beragama Berkeyakian (KBB) menurun terutama lagi pelaku dari negara seperti Pemda dan Polisi juga mengalami penuruan dari tahun sebelumnya.

“Masalahnya apakah ini sebagai indikasi toleransi beragama membaik?”kata Bonar saat Konprensi Pers bertajuk “Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) di Indonesia tahun 2017” di kantor SETARA Institute Jalan Hang Lekir Jakarta selatan, Senin (15/01)

Menurut dia, hal ini harus kita kaji berama karna selama ini pelanggaran KBB memang pluktuatif, terutama dalam tahun-tahun politik.

Yang menjadi catatan menarik kata Bonar, bahwa dalam Pilgub DKI telah memberikan kesadaran baru bagi pemerintah bahwa problem intoleransi dan radikalis ini memang serius.

Tidak hanya itu, sebelumnya Jokowi membiarkan hal ini, karena takut menimbulkan resistensi dan hilangnya dukungan dari kelompok mayoritas.

“Saat ini institusi negara cukup responsif terhadap permasalahan yang terjadi.”katanya.

Hal lain juga, saat ini ada sekitar 480 Perda yang diskrimantif tetapi Pemerintah pusat tidak bisa membatalkan karna hasil keputusan MK bahwa Pemerinrah pusat tudak lagi berwenang membatalkan Perda, ini juga akan menjadi masalah.

“Masih banyak regulasi atau UU yang diskrimantif dan tentu saja sumber utamanya adalah PNPS No.1/1975.”tegasnya. (Adrian)

Saifuddin Hamid
Sumber: RADARKOTANEWS.COM

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*