Peringatan Hari Toleransi Internasional 2018
Ilustrasi toleransi. (Foto: rawpixel.com/pexels.com)

Peringatan Hari Toleransi Internasional 2018

Penguatan Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Promosi Toleransi

Toleransi merupakan fondasi sosial bagi bangunan harmoni dalam kebinekaan, yang memungkinkan terwujudnya inklusi dan kohesi sosial serta integrasi nasional kita. Oleh karena itu, kita harus mendorong secara bersama-sama agar toleransi menjadi etika kolektif dalam merespons perbedaan identitas, keyakinan, dan pandangan, minimal dalam bentuk penghalusan ketidaksetujuan (sublimated disapproval), atau lebih jauh lagi melalui sikap menahan diri dari keinginan intervensi dan mengubah perbedaan.

Idealnya, merawat dan memajukan toleransi harus dimulai dari pembangunan basis sosial yang mendorong toleransi menjadi etika kolektif dalam tata hidup damai di tengah aneka perbedaan (peaceful coexistence). Basis sosial tersebut meniscayakan partisipasi masyarakat sipil dan kelompok strategis di tingkat lokal.

Oleh karena itu, SETARA Institute mendorong partisipasi masyarakat sipil dan kelompok strategis di tingkat lokal untuk secara aktif mempromosikan toleransi, terutama dengan mengoptimalkan momentum Hari Toleransi Internasional pada 16 November 2018.

Masyarakat sipil dan kelompok strategis pada tingkat lokal di 9 (Sembilan) kota di Indonesia menyelenggarakan aneka kegiatan promosi toleransi, mulai hari ini sampai 30 November 2019. Pertama, di Kota Ternate, masyarakat sipil dan kelompok strategis menyelenggarakan Pentas Seni dan Pameran Majalah Dinding Promosi Toleransi, pada 16 November 2018. Kedua, di Kota Banda Aceh, kampanye harmoni dalam keberagaman diselenggarakan dalam bentuk lomba, foto esai, diskusi dan dialog lintas kalangan, pada tanggal 16 dan 17 November 2018. Ketiga, di Kota Singkawang, kelompok masyarakat sipil dengan dukungan Pemerintah Kota setempat menyelenggarakan Diskusi Panel dan Pagelaran Seni pada 17 November 2018. Keempat, di Kota Kediri, menyelenggarakan pagelaran seni dan pameran foto pada 16-18 November 2015. Kelima, di Kota Bogor, aktivis masyarakat sipil dan kelompok strategis lokal mengadakan Diskusi Publik, Panggung Toleransi, dan Dekalarasi Kebangsaan di Joglo Keadilan Kota Bogor pada 17 November 2018. Keenam, di Kota Bandung menyelenggarakan rangkaian kegiatan seperti Bedah Buku, Pemutaran Film, Diskusi, Pentas Seni, dll. Ketujuh, di Kota Pematangsiantar akan diselenggarakan seminar bertema Menolak Isu SARA dalam Pemilu 2019 pada 21 November 2018. Kedelapan, di Kota Denpasar menyelenggarakan Pentas Seni, Konsultasi Hukum, dll. Kesembilan, di Kota Salatiga pada 30 November 2018 akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Lomba Pembuatan Film Pendek, Lomba Puisi, Lomba Membuat Poster bertema toleransi, dll.

Promosi toleransi melalui partisipasi masyarakat sipil dan kelompok strategis di daerah-daerah melalui inisiatif-inisiatif serupa mesti terus dilakukan. Basis sosial toleransi akan menguat melalui agenda pemajuan tersebut.
Selamat Hari Toleransi Internasional 2018.

SETARA Institute, 16 November 2018.

Narahubung:
Halili, (Direktur Riset SETARA Institute): +6285230008880
Emy Fakhriyati, (Manajer Program SETARA Institute): 081218172332
Norma Manalu, (Koordinator Kegiatan di Kota Banda Aceh): 0811688033
Wawan Gunawan, (Koordinator Kegiatan di Kota Bandung):082116505100
Syamsul Alam Agus, (Koordinator Kegiatan di Kota Bogor): 08118889083
Fitra Octora, (Koordinator Kegiatan di Kota Denpasar): 081999985474
Arief Priyono, (Koordinator Kegiatan di Kota Kediri): 085259556687
Mhd. Ali Lubis, (Koordinator Kegiatan di Kota Pematangsiantar): 081370405771
Singgih Nugroho, (Koordinator Kegiatan di Kota Salatiga): 08156526503
Gaib, (Koordinator Kegiatan di Kota Singkawang): 082114778816
Herawati Teapon, (Koordinator Kegiatan di Kota Ternate): 082293190396

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*