Pasal Penodaan Agama Dijadikan Alat Penundukan
Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani. Foto: MTVN/Renatha Swasty

Pasal Penodaan Agama Dijadikan Alat Penundukan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasal penodaan agama ada dalam UU 1945 sejak 1965. Sejak itu hingga saat ini, Setara Institute dalam risetnya mencatat ada 148 orang yang dijadikan tersangka penodaan agama.

21 kasus bisa diselesaikan tanpa pengadilan. Sedangkan 127 kasus diproses dan berakhir di pengadilan. Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani menyebut para tersangka sebagai korban.

“Kenapa korban? karena penodaan agama tidak melulu soal agama. Pasal itu berpotensi memberangus perbedaan karena diskusi pemahaman baru. Ketika gagasan pandangan berbeda dipaksa menunduk, ini problem besar, tidak saja pada keagamaan tapi demokrasi,” kata Ismail di kantornya, Jakarta, Kamis 11 Mei 2017.

Padahal, kata dia, setiap manusia berhak memiliki pendapat. Belum lagi dengan berjalannya waktu ada pemahaman baru yang berkembang.

Ketika pemahaman baru itu dirasa tidak sejalan dengan yang sudah ada saat ini, maka yang terjadi seseorang dipaksa untuk sama dengan suara mayoritas.

“Pasal-pasal penodaan agama sejatinya berpotensi mereduksi makna dan fakta kebhinekaan serta filosofi Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Ismail. (TRK)

 

Renatha Swasty

Sumber: metrotvnews.com

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*