Manado Kota Paling Toleran 2017
Peringkat kota dengan tingkat toleransi terendah. Foto: ari/detikcom

Manado Kota Paling Toleran 2017

IPM – Sikap hidup masyarakat yang saling menghargai di Kota Manado mendapat pengakuan. Tercatat, Manado mendapatkan skor tertinggi berdasarkan pemeringkatan indeks Kota Toleran 2017 yang dilakukan Setara Institute untuk 94 kota di Indonesia.

“Kota dengan skor toleransi tertinggi pada Kota Manado 5,90 persen, dilanjutkan Pematangsiantar, Salatiga, Singkawang, Tual, Binjai, Kotamobagu, Palu, Tebing Tinggi, dan Surakata,” papar peneliti Setara Institute, Halili, di Bakoel Koffe, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/11).

Sedangkan DKI Jakarta, katanya, menduduki peringkat pertama kota dengan toleransi yang rendah. Kemudian disusul Banda Aceh, Bogor, Cilegon, Depok, Yogyakarta, Banjarmasin, Makassar, Padang dan Mataram.

“Dalam pemeringkatan Indeks Kota Toleran 2017, DKI turun dari peringkat 65 jadi ke 94 atau mendapat skor terendah, yakni 2,30 persen, dalam hal intoleransi dan politisasi identitas keagamaan di DKI menjelang, saat, dan setelah Pilkada 2017,” katanya.

Penskoran dalam studi ini menggunakan skala Likert dengan rentang nilai 1-7. Pembobotan skor dilakukan dengan kombinasi pengukuran melalui regulasi pemerintahan kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial, dan demografi agama yang dilakukan dalam rentan waktu November 2016-Oktober 2017.

“Perubahan signifikan pada DKI adalah regulasi sosial ketika indikator pelanggaran kebebasan beragama dan beribadah (KBB) tercatat sedikitnya telah terjadi 24 peristiwa pelanggaran KBB dalam setahun terakhir. Yang artinya 25 persen pelanggaran mengisi scoring DKI Jakarta” jelas Halili.

Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan indeks atau skor kota toleran ini bertujuan sebagai bahan pengingat dan evaluasi dalam mengambil kebijakan. Dia juga meminta agar hasil skor ini tidak digeneralisasi.

“Tujuan agar jadi bahan pengingat, bahan evaluasi bagi pemkot untuk introspeksi dalam mengambil langkah kebijakan yang mempromosikan toleransi. Jangan digeneralisir kemudian panas, ini semacam kritik yang kita ingin melihat dengan sudut positif bagi pemangku kebijakan,” jelas Bonar.

Sumber: Indo Post Manado

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*