Opini

Rekening Liar

    Mon, 09/02/2009 - 01:33

Oleh:
Hendardi
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute

Berhubung persoalan "rekening liar" banyak dibicarakan, maka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun tangan. BPK memang harus mengaudit rekening lembaga-lembaga itu, sementara KPK perlu menyelidiki dugaan korupsi dari rekening tersebut. [baca]

Berpihak dan Bertindak Intoleran

    Fri, 23/01/2009 - 00:41

Oleh HENDARDI
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute

Pada tahun 2008, kebebasan beragama/berkeyakinan kembali gagal mendapatkan pengakuan utuh dari konstitusi akibat bias tafsir konstitusional yang tetap dipelihara oleh elite politik negara. Pada saat yang bersamaan, negara memproduksi kebijakan yang justru menjustifikasi tindakan penyeragaman dengan dalih penodaan dan penistaan agama. [baca]

Saatnya Bergandengan Tangan

    Mon, 19/01/2009 - 07:31

MEMASUKI tahun 2009, kita dihadapkan dengan berbagai persoalan besar. Mulai dari krisis finansial global yang berdampak pada perekonomian nasional, sampai gonjang-ganjing politik menjelang Pemilu 2009. Dalam situasi yang sama, kemakmuran rakyat bukan saja tidak meningkat dari satu masa ke masa, melainkan juga cenderung menurun. [baca]

Benny Susetyo

Fighting evil with Virtue

    Wed, 24/12/2008 - 19:10
romo benny copy.jpg

Christians in Indonesia understand themselves as an integral part of this society and nation. We have so far shared the same house, which is the unitary state of the Republic of Indonesia, amicably and peacefully. However, various tensions, problems and even crises have lately pervaded our big house. [baca]

Hak Asasi Manusia, Negara, dan Impunitas

    Thu, 11/12/2008 - 16:02

Setiap 10 Desember, komunitas internasional memperingati hari lahirnya Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights/UDHR) karena 60 tahun lalu (10 Desember 1948 di Paris) Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi deklarasi ini yang terdiri dari 30 pasal mencakup hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya. [baca]

Syndicate content